Perhatian ! "AnekaBisnis.net tidak pernah meminta imbalan atau meminta biaya administrasi untuk setiap informasi bisnis yang disampaikan disini. Apabila ada yang mengatasnamakan website AnekaBisnis.net untuk meminta imbalan bisa dipastikan itu adalah PENIPUAN Terima Kasih atas kunjungan anda ke website kami."

Bisnis Syariah

By On Thursday, March 8th, 2018 Categories : Aneka Bisnis, Bisnis Modal Besar, Bisnis Modal Kecil, Bisnis Online

Pengertian Bisnis Syariah adalah segala suatu hal yang terkait dengan jual beli yang berlandaskan hukum
syariah atau system Islam. Usaha syariah sendiri datang dari dua kata yaitu usaha serta syariah. Usaha adalah semua suatu hal yang terkait dengan jual beli atau berdagang. Sementara syariah bermakna sumber jalan yang lurus.

Syariah berarti perundang-undangan yang di turunkan oleh Allah SWT lewat Rasulullah Muhammad SAW untuk semua umat manusia baik yang menyangkut problem beribadah, akhlak, makanan, minuman, baju ataupun muamalah

Aktivitas usaha syariah tidak cuma aktivitas jual beli yang targetnya memperoleh keuntungan. Tetapi usaha ini lebih menghadap pada hukum Islam yang sesuai sama Al Quran serta Hadis. Jadi usaha ini dibatasi oleh langkah memperoleh keuntungan serta mengembangkannya dengan rencana halal serta haram. Bila halal digerakkan tetapi bila haram jadi ditinggalkan. Hingga bukanlah terus-terusan keuntungan tetapi juga memperoleh keridhoan dari Allah.

Prinsip-Prinsip Usaha Syariah
Melakukan bisnis syariah mesti mengaplikasikan empat prinsip yakni prinsip jual beli (Ba’i), Prinsip Sewa (Ijarah), PrinsipBagi Hasil (Syirkah), Prinsip Wadiah (titipan), Prinsip Mudharabah.

1. Prinsip Sewa (Ijarah)

Transaksi Ijarah ada dua jenis yakni ijarah dengan objek transaksi berbentuk benda spesifik seumpamanya menyewakan tempat tinggal, kos-kosan, rental kendaraan. Ke-2 ijarah transaksi pekerjaan spesifik umpamanya memperkerjakan orang untuk membuat tempat tinggal, mencangkul kebun dan sebagainya.

Walau cuma sewa menyewa tetapi usaha syariah ini harus juga mempunyai kriteria spesifik seperti
Aktor usahanya yaitu orang yang telah baligh serta berakal.
Ada kejelasan jasa atau faedah uang dibeli umpamanya tempati satu tempat tinggal atau service yang didapatkan dari pembantu rumah tangga.

2. Prinsip Jual Beli (Ba’i)

Prinsip jual beli dikerjakan berkenaan dengan terdapatnya perpindahan kepemilikan barang atau benda (transfer of properti). Prinsip ini pembagian keuntungannya ditetapkan didepan dan menjadi bagian harga atas barang yang di jual.
Prinsip jual beli ini dibedakan berdasar pada bentuk pembayaran serta saat penyerahan barang seperti :

  • Murabahah

Akad dalam jual beli atas barang spesifik dimana penjual mengatakan dengan terang barang yang diperjual-belikan. Termasuk juga harga pembelian barang pada konsumen, lalu ia mensyaratkan atasnya laba atau keuntungan dalam jumlah spesifik. Dalam rencana murabahah penjual mesti memberitahukan harga product yang dibeli serta memastikan satu tingkat keuntungan jadi tambahannya. Murabahan sendiri dapat diakukan untuk pembelian dengan pemesanan.

  • Salam

Usaha SyariahTransaksi jual beli barang dengan pesanan. Dimana penjual juga akan menyerahkan barang dagangannya di masa datang sesaat konsumen lakukan pembayaran ketika akad sudah disetujui yang sudah penuhi kriteria spesifik. Tujuannya dari transaksi ini yaitu penyerahan barang du lalu berbarengan dengan pembayaran tunai di muka. Jadi harga memanglah sudah diputuskan dimuka saat walaupun penyerahan barangnya baru dapat dikerjakan di masa datang. Transaksinya dibolehkan tetapi dengan prasyarat pembelian hasil produksi mesti di ketahui spesifikasinya dengan terang seperti type, jenis, ukuran, kualitas serta jumlahnya. Apa apabila hasil produksi yang di terima cacat serta tidak cocok dengan akad jadi produsen mesti bertanggungjawab lewat cara kembalikan dana yang sudah diterimanya atau ganti barang yang sesuai sama pesanan.

  • Istishna

Satu akad transaksi yang tersambung pada pemesan jadi pihak pertama dengan seseorang produsen satu barang sesuai sama yang dikehendaki oleh pihak pertama dengan harga yang sudah disetujui keduanya. Kriteria objek yang akad menurut Fatwa DSN MUI yaitu :
– Mesti dapat diterangkan spesifikasinya
– Penyerahannya dikerjakan kemudian
– Saat serta tempat penyerahan barang mesti diputuskan berdasar pada kesepakatan
– Konsumen tidak bisa jual barang sebelumnya menerimanya.
– Tidak bisa menukar barang terkecuali barang semacam sesuai sama perjanjian.
– Membutuhkan sistem pembuatan sesudah akad disetujui.
– Barang yang diserahkan mesti sesuai sama spesifikasi pemesan bukanlah barang contoh.

3. Prinsip Untuk Hasil (Syirkah)

Usaha SyariahMerupakan akad kerja sama pada dua pihak atau lebih dalam satu usaha. Dimana semasing pihak memberi peran modal dengan perjanjian kalau keuntungan serta resiko yang juga akan didapat dijamin dengan sesuai sama perjanjian.
Syirkah sendiri terbagi dalam enam jenis tetapi dengan garis besarnya syirkah dapat dibedakan jadi dua type yaitu Syirkah Amlak serta Syirkah Uqud. Syirkah Amlak yaitu kerja sama pada dua orang atau lebih dalam kepemilikan satu barang. Sesaat Syirkah Uqud yaitu perserikatan pada dua pihak atau lebih dalam soal usaha, modal serta keuntungan.
Jenis syirkah di kelompokan jadi sebagian bentuk pertama Syirkah Inan yaitu kerja sama pada dua orang atau lebih dalam permodalan untuk lakukan satu usaha dengan langkah membagi untung sesuai sama jumlah modal semasing.

baca juga : bisnis pegadaian syariah

Ciri-Ciri Usaha Syariah
Bentuk usaha syariah sesungguhnya tidak jauh berlainan dengan usaha biasanya yakni satu usaha untuk menghasilkan satu barang atau jasa untuk penuhi keperluan konsumennya serta pastinya untuk mencari keuntungan. Cuma saja usaha ini adalah implementasi dari ketentuan Allah. Hingga bermuamalah berdasar pada syariat islam. Mengenai ciri-cirinya yaitu :

  • Senantiasa berdasar pada nilai-nilai ruhiyah. Yaitu senantiasa mempunyai kesadaran tiap-tiap manusia juga akan eksistensinya jadi makhluk ciptaan Allah hingga mesti senantiasa kontak padanya.
  • Mempunyai pemahaman pada usaha yang halal serta haram. Hingga beberapa pebisnis memanglah dituntut untuk mengetahu betul-betul kenyataan tentang mana usaha yang diijinkan dalam ketentuan syariah mana yg tidak bisa.
  • Mengimplementasi ketentuan dengan syari. Jadi mesti mempunyai keselarasan pada teori serta praktek. Pada yang dipahami serta apa yang diaplikasikan hingga bukan hanya lihat untung serta rugi.
  • Bukan sekedar bertujuan pada dunia tetapi juga akherat. Memperoleh keuntungan yang sebanyak mungkin didalam Islam itu diijinkan cuma saja tidak cuma itu orientasinya. Tetapi dengan jadikan usaha yang ditanganinya jadi ladang ibadahnya yang juga akan membuatnya pahala.

Norma Saat Melakukan bisnis Syariah
1. Unity
Unity atau kesatuan sesungguhnya terefleksikan dalam rencana tauhid yang menggabungkan pada keseluruhnya dari segi kehidupan muslim baik dalam bagian ekonomi, politik, sosial, jadi keseluruhnya yang sama. Diluar itu mementungkan juga satu ketekunan serta kedisiplinan yang menyeluruh yang membuat satu kesamaan yang begitu perlu dalam Islam.

2. Equilibrium
Equilibrium atau keseimbangan dalam usaha syariah tujuannya disini diperintahkan untuk melakukan perbuatan yang adil. Baik pada seorang yang kau sukai ataupun tidak. Serta senantiasa meletakan suatu hal pada tempatnya. Seperti pada firman Allah dalam QS Surat Al Maidah a=yat 8 yang berarti “ Hai beberapa orang beriman, sebaiknya anda jadi beberapa orang yang senantiasa menegakkan kebenaran karna Allah SWT jadi saksi dengan adil. Serta jangan sampai kebencianmu pada satu golongan mendorong anda untuk berlaku tidak adil. Karna berlaku adil lebih dekat dengan takwa.

3. Free Will
Siapa katakan bila memakai usaha syariah jadi tidak dapat lakukan kebebasan dalam berkehendak. Karna kebebasan adalah sisi yang perlu dalam satu usaha. Tetapi bebas memanglah berlainan dengan bablas. Bebas memperbolehkan seorang untuk aktif berkarya serta bekerja dengan semua potensinya. Namun masih tetap tidak merugikan orang yang lain mesti dapat mengaturnya serta dianjurkan untuk membagi keuntungannya untuk orang yang membutuhkannya umpamanya lewat zakat, infak serta sedekah.

4. Kebenaran, kebajikan serta kejujuran
Benar disini dapat tampak dari norma bisnisnya karna Islam begitu jadi serta berlaku preventif pada peluang ada kerugian satu diantara pihak yang lakukan transaksi, kerja sama atau kesepakatan dalam usaha.

 

Bisnis Syariah | admin | 4.5