Perhatian ! "AnekaBisnis.net tidak pernah meminta imbalan atau meminta biaya administrasi untuk setiap informasi bisnis yang disampaikan disini. Apabila ada yang mengatasnamakan website AnekaBisnis.net untuk meminta imbalan bisa dipastikan itu adalah PENIPUAN Terima Kasih atas kunjungan anda ke website kami."

Pengertian dan Contoh Perhitungan Break Event Point

Break Even Point (BEP) yaitu satu analisa untuk memastikan serta mencari jumlah barang atau jasa yang perlu di jual pada customer pada harga spesifik untuk menutupi bebrapa cost yang muncul dan memperoleh keuntungan. Intinya BEP sangat berfungsi untuk mengkontrol jumlah modal yang telah dikeluarkan agar dapat seimbang/sesuai dengan penghasilan yang didapatkan, tujuannya agar bisnis usaha budidaya anda tidak mengalami kerugian.

 Berikut adalah manfaat Break Even Point untuk Bisnis Usaha Budidaya :
  • Alat rencana untuk menghasilkan laba/keuntungan.
  • Memberi info tentang beragam tingkat volume penjualan, dan hubungan dengan peluang peroleh laba menurut tingkat penjualan yang berkaitan.
  • Mengevaluasi laba dari perusahaan dengan keseluruhan.
  • Ganti sistem laporan dengan grafik yang gampang di baca serta dimengerti.

Sesudah kita ketahui manfaat Break Even point (BEP) dalam usaha yang kita rintis, kompenen yang bertindak di sini yakni cost (biaya), di mana cost yang disebut yaitu cost variabel serta cost tetap, di mana pada prakteknya untuk memisahkannya atau memastikan satu cost itu cost variabel atau tetap tidaklah pekerjaan yang gampang, Cost tetap yaitu cost yang perlu di keluarkan oleh kita untuk produksi maupun tidak, sedang cost variabel yaitu cost yang dikeluarkan untuk hasilkan satu unit produksi jadi bila tidak produksi jadi tak ada cost ini

Satu diantara kekurangan dari Break Even point (BEP) yang beda yaitu Kalau cuma ada satu jenis barang yang di produksi atau di jual. Bila lebih dari satu jenis jadi gabungan atau komposisi penjualannya (sales mix) juga akan tetaplah konstan. Bila diliat di zaman saat ini kalau perusahaan untuk tingkatkan daya saingnya mereka membuat banyak product jadi begitu susah serta ada satu anggapan lagi yakni : Harga jual persatuan barang akan tidak beralih, berapakah juga jumlah unit barang yang di jual, atau tak ada perubahan harga pada umumnya. Hal semacam ini susah diketemukan dalam fakta serta prakteknya.
Cara Menghitung :
Dalam membuat perhitungan Break Even point (BEP), kita butuh memastikan dahulu 3 elemen dari rumus Break Even point (BEP) :
  1. Fixed Cost (Biaya Tetap) yakni cost yang di keluarkan untuk menyewa tempat usaha, perabotan, computer dan lain-lain. Cost ini yaitu cost yang tetap, kita mesti mengeluarkan meskipun kita cuma jual 1 unit atau 2 unit, 5 unit, 100 unit atau tidak jual sama sekali.
  2. Variable Cost (cost variable) yakni cost yang muncul dari tiap-tiap unit penjualan misalnya tiap-tiap 1 unit terjual, kita butuh membayar komisi salesman, cost antar, cost kantong plastic, cost nota penjualan, atau biaya lainnya yang dibutuhkan setiap satu produk sampe bisa terjual.
  3. Harga penjualan yakni harga yang kita tetapkan pada pembeli.

Rumus Mengkalkulasi

Rumus untuk mengkalkulasi Break Even Point (BEP) ada 2, yaitu :

1.Rumus Break Even point (BEP) untuk mengkalkulasi berapakah unit yang perlu di jual supaya berlangsung Break Even point (BEP) :
Keseluruhan Fixed Cost (Biaya Tetap)
__________________________________
Harga jual per unit dikurangi variable cost
Contoh :
Fixed Cost satu toko lampu : Rp. 200, 000, –
Variable Cost Rp. 5, 000/unit
Harga jual Rp. 10, 000/unit
Jadi BEP per unitnya adalah
Rp. 200, 000
_______________ = 40 units
10, 000 – 5, 000
Kesimpulan : Perusahaan harus menjual 40 unit lampu supaya berlangsung Break Even point (BEP). Pada pejualan unit ke 41 dan seterusnya maka perusahaan mulai dapat memperoleh keuntungan.
2.Rumus Break Even point (BEP) untuk mengkalkulasi berapakah uang penjualan yang butuh di terima supaya berlangsung Break Even point (BEP) :
Keseluruhan Fixed Cost
__________________________________ x Harga jual/unit
Harga jual per unit dikurangi variable cost
Dengan memakai contoh masalah sama dengan di atas jadi uang penjualan yang perlu di terima supaya berlangsung Break Even point (BEP) adalah,
Rp. 200, 000
_______________ x Rp. 10, 000 = Rp. 400, 000, –
10, 000 – 5, 000
Analisa Break Even point (BEP) :
Anlisis BEP bisa memberi hasil yang ideal, jika asumsi-asumsi berikut tercukupi :
  • Tingkah laku penerimaan serta pengeluaran dilukiskan dengan akurat serta berbentuk sepanjnag rentang yang relevan.
  • Cost bisa dipisahkan pada cost tetap serta cost variabel
  • Efisiensi serta produktivitas tidak berubah
  • Harga jual tidak berubah
  • Biaya cost tidak berubah
  • Tak ada ketidaksamaan yang penting pada persediaan awal serta persediaan akhir
Pendekatan Dalam Mengitung Break Even Point (BEP)
  • Pendekatan Persamaan
  • Pendekatan Marjin Kontribusi
  • Pendekatan Grafik

Pendekatan persamaan

Y=cx – bx – a
Y = laba
c = harga jual per unit
x = jumlah produk
b = cost variabel satuan
a =biaya tetaplah total
cx = hasil penjualan
bx = cost variabel total
X (BEP dalam unit) = a/(c-b)
CX (BEP dalam unit) = ac/(c-b) = a/(1 – b/c)
Cost Tetap Vs Cost Variabe
Cost Tetap Vs Cost Variabel Dalam hubungan dengan volume produksi :
(1) Cost Variabel
Karakter :
  • Cost beralih keseluruhan sepadan perubahan tingkat aktivitas
  • Cost unit tidak di pengaruhi oleh perubahan volume aktivitas (biaya unit konstan)

Contoh dalam perusahan mebel :

  • Cost peralatan
  • Cost bahan bakar
  • Cost sumber tenaga
  • Cost perkakas kecil
  • Asuransi aktiva tetaplah serta kewajiban
  • Upah satpam serta pesuruh pabri

Dalam hubungan dengan volume produksi :
(2) Cost Tetap
Karakter :

  • Totalitas tidak beralih pada perubahan tingkat aktivitas
  • Cost unit berbanding terbalik pada perubahan volume aktivitas

Contoh dalam perusahan mebel

  • Cost penyusutan
  • Upah eksekutif
  • Pajak bumi serta bangunan
  • Amortisasi paten
  • Cost penerimaan barang
  • Cost komunikasi
  • Gaji lembur

Contoh Pendekatan Margin Kontribusi
1.Mengurangkan nilai penjualan keseluruhan (keseluruhan revenue =TR) dengan biaya variabel keseluruhan (keseluruhan Variabel biaya = TVC)
2.Mengurangkan harga jual per unit dengan cost variabel per unit guna mengkalkulasi margin peran per unit.

Pada Masalah CV. Donut Kotak
Harga Jual per unit Rp. 5. 000
Cost variabel Per Unit Rp. 3. 000
Margin peran Rp. 2. 000
BEP (unit) = (Cost tetap Keseluruhan : Margin peran per unit)
BEP (unit) = 7. 500. 000/2. 000 = 3. 750 unit
BEP (rupiah)
Terlebih dulu mesti dihitung Rasio Margin Kontribusi,
Harga penjualan per unit Rp. 5. 000, – 100 %
Cost Variabel per unit Rp. 3. 000, – 60 %
Margin peran Rp. 2. 000, – 40 %
Ratio margin peran = 0, 40
BEP (rupiah) = (Cost tetaplah Keseluruhan : Rasio Margin peran)
= Rp. 7. 500. 000/0, 40
= Rp. 18. 750. 000, –
Pengertian dan Contoh Perhitungan Break Event Point | admin | 4.5