Perhatian ! "AnekaBisnis.net tidak pernah meminta imbalan atau meminta biaya administrasi untuk setiap informasi bisnis yang disampaikan disini. Apabila ada yang mengatasnamakan website AnekaBisnis.net untuk meminta imbalan bisa dipastikan itu adalah PENIPUAN Terima Kasih atas kunjungan anda ke website kami."

Tahapan Yang Diperlukan Untuk Membuat dan Mengembangkan Bisnis

By On Saturday, March 17th, 2018 Categories : Aneka Bisnis, Tips

Stage 1 : Creation


Bagian awal dalam membuat usaha yaitu berkreasi, menghidupkan inspirasi, buat ide, membuat suatu hal yang dapat dipunyai, di nikmati, dibanggakan. Kemudian kita mulai berfikir bagaimana semuanya dibiayai (dimodali).

Tidak harus kita yg miliki contoh sekalian, dapat sj org beda, tapi itu bergantung kreativitas kita, bila kita tidak dapat membiayai sendiri, jadi optimis orang yang lain kalau suatu hal yg kita buat yaitu suatu hal yg nanti begitu untungkan serta memiliki daya tarik orang yang lain untuk beli, optimalkan kekuatan kita utk mempresentasikannya agar calon investor ingin dg suka hati membiayai penciptaan inspirasi kita.

 

Lantas selanjutnya yaitu kita mulai berupaya ‘menuntaskan’ inspirasi kita dengan mewujudkannya dalam satu product, mewujudkan dengan cost yg semurah, seefektif, serta seefisien mungkin saja tapi tanpa ada tidak pedulikan kwalitas, kwalitas sebaik-baiknya. Nah, waktunya kita jual. Jadilah penjual yg paling baik, kita mesti dapat berkomunikasi dg customer serta meyakinkannya.

Hal butuh di perhatikan dalam stage ini yaitu :

  1. experiment, hati2 dg uji coba yg kita kerjakan, umumnya yg berlangsung 50% usaha di habiskan pd bagian ini, ini problem.
  2. finding traction, mesti kita cermati benar mengenai ‘permintaan pasar yg terukur’, yakinkan semuanya dikerjakan dg teratur

 

Stage 2 : Niche


Penajaman / pengkhususan / pemfokusan pasar satu product. Feature product di buat untuk penuhi keperluan pasar spesifik, baik harga, kwalitas, demografi, dan lain-lain. Cari pojok pasar paling untungkan untuk kita. Dapatkan Niche Market kita dalam 3 Pertanyaan Fundamental dalam usaha :

  • Siapa tujuan market kita?
  • Siapa pesaing kita?
  • Apa ‘Value’ kita?

Dalam Hukum 80/20 (The Pareto Principle), kalau untuk banyak peristiwa, sekitaran 80% dari pada dampaknya dikarenakan oleh 20% dari pemicunya, Dalam implementasinya, prisip 80/20 ini bisa diaplikasikan untuk nyaris segalanya, jadi contoh :

  • 80% dari yang dirasakan pelanggan keluar dari 20% dari product atau jasa.
  • 80% dari keterlambatan jadwal muncul dari 20% dari peluang penyebabnya penundaan.
  • 20% dari product atau jasa menjangkau 80% dari keuntungan.
  • 20% dari tenaga penjualan menghasilkan 80% dari pendapatan perusahaan.
  • 20% dari cacat system mengakibatkan 80% problem.

Ingat kalau membuat usaha setajam-tajamnya bukanlah seluas-seluasnya, makin dalam konsentrasi kita jadi makin kita bisa jual. Jadi efek dari hal itu umumnya kita juga akan kebanjiran order serta dampak berantai selanjutnya yaitu peluang kita juga akan ‘capek’ nolak order (exhaust), hati-hati dalam menanganinya, bila tidak jadi bisa beresiko jelek untuk usaha kita.

(baca juga : cara menentukan bisnis yang akan dikerjakan)

Stage 3 : Leverage


Jadi besar daya ungkit untuk dapat menambah kemampuan transaksi, menambah kemampuan untuk mengatur jumlah yang besar dengan kemampuan yang kecil (Have more, doing less). Tersebut beberapa typenya :

  • Other People Time (OPT), Butuh beberapa orang atau sumber daya manusia yang spesial.
  • Other People Money (OPM), Butuh penambahan investasi.
  • Other People Network (OPN), Butuh memperluas jaringan.

Yang butuh di perhatikan dalam hal semacam ini, kita mesti lebih tahu serta lebih kuasai daripada orang yang lain tentang usaha kita sendiri. Ada pemahaman yang salah sampai kini yakni : ‘Want to be on business, not in the business’, dengan hal tersebut kita gampang diperdaya oleh orang yang lain baik orang luar ataupun orang dalam. Lantas dengan argumen Leverage, jangan pernah kita menyerahkan pekerjaan pada orang yang lain dengan melepas tanggung jawab kita untuk diberi pada orang yang lain (abdication), ini kekeliruan besar.

 

Stage 4 : Delegation


Penyerahan (pendelegasian) kekuasaan pada orang yang lain. Umumnya yang dikerjakan dalam hal semacam ini yaitu melepas tanggung jawabnya, Ingat! Menyerahkan kekuasaan (Delegation) bukanlah melepas tanggung jawab (abdication).

Penyebabnya terjadinya Abdication salah satunya :

  • Expert. Kita berasumsi orang yang kita berikan kewenangan yaitu orang yang lebih pakar dari pada kita hingga semua dipandang ‘selesai’ serta tentu beres, walau sebenarnya ketentuan ini memiliki resiko begitu besar.
  • Tidak Enak/sungkan (ewuh pakewuh). Ini yang mengakibatkan kontrol kita pada beberapa orang kita serta hasil pekerjaannya tidak dapat jalan dengan baik serta benar.
  • Tidak paham langkahnya. Diperlukan pengetahuan untuk kita untuk mengerti bebrapa sisi dari usaha kita serta bagaimana menyerahkan job-job itu pada orang yang lain serta memohon pertanggungjawabannya, bila tidak jadi usaha kita juga akan begitu punya potensi untuk dikendalikan orang yang lain tanpa ada kita ketahui dibawa kemana.
  • Takut bertanggungjawab. Sikap ini juga akan membawa kita tidak dapat memutuskan hingga dilimpahkan pada orang yang lain. Bila terus-terusan serta jadi rutinitas jadi orang kita juga akan gampang sekali merekayasa satu ketentuan/peristiwa serta menyelewengkannya. Semestinya buat ketentuan serta hadapilah fakta, tersebut mental pelaku bisnis.

Delegation mengutamakan pada Otoritas. Hal semacam ini mesti memerhatikan jangkauan (scope) serta batasan (constraint). Pembagiannya mesti terarah serta bisa ditata sesuai sama goal usaha yang kita menuju, serta pasti bisa dengan gampang kita kontrol. Diperlukan tekad serta kesadaran yang tinggi untuk kita untuk ikut serta didalamnya serta mesti ingin turun kebawah, dan yakinkan semuanya otoritas yang kita beri pada orang yang lain, diaplikasikan serta dipertanggungjawabkan dengan benar.

Hal sebagai problem dalam hal semacam ini yaitu ketidakkonsistenan kita dalam mengaplikasikannya, ini membahayakan kemampuan tim serta pasti juga usaha kita. Memanglah tidak gampang mengontrol kebanyakan orang, jadi diperlukan kehatian-hatian untuk hadapi semua.

Stage 5 : Systemize


Buat system dalam usaha kita, buat rangkaian kerja serta tentukan bagian-bagiannya dan sambungkan antar bebrapa sisi itu sehingga dapat sama-sama berhubungan serta mempermudah sistem kerja semasing. System dibuat untuk menguatkan dengan sekalian ‘mengamankan’ bebrapa sisi spesifik hingga tidak sama-sama tumpang tindih pada satu sisi dengan sisi yang lain, untuk agar semasing sisi bekerja dengan tidak lebih dari kemampuan serta kewenangan yang sudah diberi, dan mempunyai tujuan untuk optimalisasi sumberdaya yang dipunyai. System info yaitu satu diantara fasilitas atau alat yang dapat dipakai untuk memudahkan aplikasinya. Buat system sekedarnya, tidaklah perlu memaksakan diri menduplikasi system usaha orang yang lain pada usaha kita sendiri. Pahamilah keperluan kita sendiri, belum juga pasti keperluan system dalam usaha kita sama juga dengan system usaha orang yang lain.

(baca juga : pengertian dan contoh perhitungan break event point)

Cermati baik-baik dalam membuat system dalam usaha :

  • System sering berbenturan dengan fleksibitas, jadi susunlah sebaik-baiknya serta cermati prioritasnya
  • System sering meremehkan tekad, kekuatan, passion sumber daya yang dipunyai. Mengapa sekian?, karna sesudah system di buat dengan semua prosedurnya, jadi seorang yang memiliki kompetensi lebih dari pekerjaan yang diemban sekarang ini, tidak dapat dan merta bisa berpromosi secara cepat, sebab mesti lewat prosedur serta bebrapa bagian yang sudah diputuskan.
  • Perkembangan serta Pengendalian bekerja terbalik, pengendalian dalam system bila terlalu berlebih juga akan punya potensi menghalangi perkembangan, jadi cermati kebutuhannya.
  • System relatif membuat RED TAPE (birokrasi yang terlalu berlebih), hal semacam ini terkadang akan punya potensi menghalangi perkembangan, dalam hal semacam ini cermati prioritasnya.

 

Stage 6 : Culture


Membuat budaya perusahaan. Budaya yaitu konteks paling besar yang bisa merubah content pada usaha Anda. Seperti satu wadah/bejana yang diisi air, air juga akan ikuti bentuk dari wadahnya. Bila wadahnya berupa gelas jadi air yang ada didalamnya juga akan mengikutinya yaitu

berupa gelas, demikian halnya bila wadahnya berupa yang beda, apakah itu gayung, timba, piring atau yang lain, air didalamnya juga akan ikuti memiliki bentuk.

Growth and Contribution is the mother of passion, budaya yang baik dalam lingkungan kerja dalam perusahaan menyebabkan perkembangan serta sekalian juga akan menyebabkan peran semasing sisi untuk ambillah sisi dalam perkembangan perusahaan, “Passion is not to be found, passion is to be created”. Ingat! Bila culture (budaya) telah terjadi jadi orang akan tidak kuasa dengannya. Kemampuan budaya juga akan melemahkan kekuasaan personal didalamnya. Tapi butuh di perhatikan juga kalau kekuasaan bila tidak tunduk pada budaya yang tengah dibuat juga akan menghalangi pembangunan budaya tersebut.

 

Stage 7 : Entrepreneurial


Semuanya bagian di atas yaitu bebrapa usaha strategis serta esensi untuk membuat serta menumbuhkan usaha dan tersebut keriwausahaan (Entrepreneurial). Dampak-dampak yang didapat umumnya yaitu ada fleksibilitas baik tempat, saat, pekerjaan, dan lain-lain. Dengan adanya banyak keleluasaan yang yang didapat jadi step selanjutnya kita bisa mendorong perubahan, buka peluang, serta membuat bebrapa kesempatan yang mungkin untuk makin tumbuh serta berkembang. Kita melakukan bisnis senantiasa mencari suatu hal yang keuntunganable (untungkan) sekalian sustainable (berkepanjangan)

Tahapan Yang Diperlukan Untuk Membuat dan Mengembangkan Bisnis | admin | 4.5